Ponggok.id – Memasuki persaingan UTBK SNBT 2026, banyak calon mahasiswa yang merasa cemas dengan ketatnya persaingan di universitas top seperti UI dan UGM. Memilih jurusan dengan tingkat keketatan rendah bisa menjadi kunci utama untuk mengamankan kursi di Perguruan Tinggi Negeri impian Anda.
Data menunjukkan bahwa masih banyak program studi berkualitas yang minim pendaftar. Informasi ini didasarkan pada statistik resmi SNPMB BPPP dari pelaksanaan seleksi tahun 2024 lalu.
Poin Penting Strategi Pemilihan Jurusan:
- Analisis Daya Tampung: Memahami rasio antara jumlah pendaftar tahun lalu dengan kuota yang tersedia saat ini.
- Potensi Karir Tersembunyi: Banyak jurusan sepi peminat yang sebenarnya memiliki serapan tenaga kerja tinggi namun kurang tersosialisasi.
- Lokasi dan Program Khusus: Mempertimbangkan program di luar kampus utama seperti PSDKU yang sering kali memiliki keketatan lebih rendah.
Analisis Mendalam Jurusan Minim Peminat di Universitas Indonesia (UI)
Universitas Indonesia sering kali dianggap sebagai kampus dengan persaingan paling berdarah di Indonesia bagi para pejuang pendidikan. Namun, data SNPMB BPPP mengungkapkan bahwa rumpun ilmu humaniora dan sains murni di UI masih memiliki celah bagi pendaftar baru.
Banyak calon mahasiswa cenderung menghindari jurusan seperti Sastra Daerah atau Fisika karena dianggap memiliki beban akademik yang berat. Padahal, lulusan rumpun ini sangat dibutuhkan dalam industri riset dan pelestarian budaya yang didukung penuh oleh pemerintah.
Berikut adalah tabel detail jurusan dengan peminat paling sedikit di UI berdasarkan data seleksi tahun 2024:
Tabel Data Peminat UI (Jalur UTBK)
| Nama Program Studi | Jumlah Pendaftar | Daya Tampung |
| Sastra Jawa | 156 | 24 |
| Sastra Rusia | 164 | 24 |
| Sastra Perancis | 221 | 17 |
| Fisika | 225 | 42 |
| Teknik Biomedis | 303 | 15 |
| Teknologi Bioproses | 369 | 30 |
“Sepi peminat bukan berarti tidak ada masa depan, sering kali ini terjadi karena kurangnya sosialisasi atau jurusan tersebut baru diluncurkan,” tulis Salsabila Nanda dalam laporannya di laman Brain Academy.
Membedah Peluang di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta
UGM dikenal dengan rumpun pertanian dan teknologinya yang sangat maju, namun beberapa jurusan di bidang ini justru kurang dilirik pendaftar. Kurangnya minat ini biasanya dipicu oleh stereotip masyarakat yang masih memandang sebelah mata sektor agrikultur dan perikanan.
Berdasarkan unggahan resmi akun Instagram @snpmbbppp, pemilihan jurusan yang tepat harus didasarkan pada minat bakat, bukan sekadar mengikuti tren semata. Fokus pada program studi spesifik seperti Mikrobiologi Pertanian dapat memberikan keuntungan kompetitif di pasar kerja masa depan.
Daftar berikut merangkum beberapa jurusan di UGM yang memiliki jumlah pendaftar di bawah rata-rata:
- Teknologi Hasil Perikanan: Menjadi jurusan dengan peminat terendah di UGM dengan hanya 129 pendaftar.
- Mikrobiologi Pertanian: Memiliki daya tampung yang sangat terbatas yaitu 11 kursi namun peminatnya pun relatif sedikit.
- Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa: Jurusan ini menawarkan peluang besar bagi mereka yang ingin mendalami keahlian linguistik lokal yang langka.
- Geofisika: Bidang ini sangat krusial untuk industri energi namun hanya mencatatkan 217 pendaftar tahun lalu.
Eksplorasi Jalur PSDKU dan Jurusan Strategis di UNPAD
Universitas Padjadjaran (UNPAD) memiliki strategi unik dengan menghadirkan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang berlokasi di Pangandaran. Lokasi yang jauh dari pusat kota Bandung membuat pendaftar di program-program ini cenderung jauh lebih sedikit dibandingkan kampus utama.
Mengutip informasi dari situs resmi Universitas Padjadjaran, standar kualitas pendidikan di PSDKU tetap sama dengan kampus pusat di Jatinangor. Hal ini menjadikannya “pintu belakang” yang cerdas bagi siswa yang ingin menyandang status mahasiswa UNPAD dengan persaingan lebih ringan.
Informasi sepi peminat di UNPAD mencakup bidang-bidang berikut:
Tabel Data Peminat UNPAD (Jalur UTBK)
| Nama Program Studi | Jumlah Pendaftar | Daya Tampung |
| Perikanan PSDKU Pangandaran | 80 | 21 |
| Peternakan PSDKU Pangandaran | 81 | 12 |
| Sastra Sunda | 191 | 27 |
| Administrasi Bisnis PSDKU | 208 | 16 |
| Ilmu Aktuaria | 395 | 18 |
Alasan Logis Mengapa Jurusan Tertentu Sepi Peminat
Banyak faktor yang menyebabkan sebuah program studi di kampus besar seperti UI, UGM, atau UNPAD memiliki pendaftar yang sedikit. Memahami alasan ini akan membantu Anda menghilangkan keraguan saat memilih jurusan-jurusan tersebut di formulir pendaftaran SNBT nanti.
Pemerintah melalui akun YouTube resmi SNPMB BPPP sering menekankan pentingnya melihat prospek jangka panjang dibandingkan sekadar gengsi nama jurusan. Sering kali, jurusan yang saat ini sepi justru akan menjadi bidang yang sangat dicari dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Alasan Utama Rendahnya Peminat:
- Kurangnya Informasi: Calon mahasiswa sering kali tidak tahu apa yang dipelajari dalam jurusan seperti Geofisika atau Arkeologi.
- Lokasi Kampus: Program PSDKU seperti di Pangandaran sering dianggap kurang menarik karena jauh dari pusat keramaian kota.
- Ketakutan Akademik: Jurusan murni seperti Fisika atau Matematika sering dihindari karena dianggap memiliki tingkat kesulitan materi yang sangat tinggi.
Strategi Memilih Jurusan Agar Peluang Lolos Meningkat
Setelah melihat data di atas, langkah selanjutnya adalah menyusun strategi pemilihan yang matang agar nilai UTBK Anda tidak terbuang sia-sia. Jangan hanya terpaku pada universitasnya, tetapi lihatlah bagaimana skor Anda bisa bersaing di program studi yang memiliki ketatnya persaingan rendah.
Berdasarkan panduan dari kanal YouTube resmi Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan, konsistensi antara pilihan pertama dan kedua sangat menentukan keberhasilan. Mengambil jurusan sepi peminat sebagai pilihan kedua bisa menjadi jaring pengaman yang sangat efektif untuk masa depan Anda.
Tips Memilih Jurusan:
- Gunakan Data Riil: Selalu pantau data pendaftar tahun sebelumnya melalui laman resmi bppp.kemdikbud.go.id untuk perbandingan.
- Cek Akreditasi: Pastikan jurusan sepi peminat yang Anda pilih tetap memiliki akreditasi minimal B atau Unggul untuk menunjang karir.
- Sesuaikan Passion: Jangan memilih jurusan hanya karena sepi pendaftar jika Anda benar-benar tidak menyukai mata kuliah di dalamnya.
Kesimpulan
Memilih jurusan sepi peminat di universitas bergengsi merupakan langkah strategis yang memerlukan riset mendalam terhadap data daya tampung dan jumlah pendaftar tahun sebelumnya. Dengan pemahaman yang tepat mengenai prospek kerja dan kualitas pendidikan, Anda dapat meraih kursi di PTN impian tanpa harus terjebak dalam persaingan yang tidak masuk akal.